skip to Main Content

Wisata Religi : Mausoleum Keluarga  O. G. Khouw TPU Petamburan Jakarta

Author: Dr. Sandra Herlina, S.S., M. A

 

Abstrak  Penelitian  ini adalah mengenai salah satu bentuk  pemakaman orang Tionghoa di Indonesia. Pemakaman dari sudut pandang sejarah merupakan salah satu bentuk dari budaya manusia terhadap akhir dari kehidupan manusia. Para ahli sejarah mengatakan bahwa pemakaman adalah cerminan budaya masyarakat yang hidup di jamannya, Di kompleks Pemakaman Umum di Jl Petamburan Jakarta Pusat terdapat sebuah mausoleum yang megah dari keluarga keturunan orang Tionghoa dari awal abad 20. Mausoleum ini menjadi salah satu tujuan wisata religi yang populer di Jakarta. Mausoleum O.G. Khouw mencerminkan kehidupan masyarakat Tionghoa pada saat itu. Kel. O.G. Khouw  adalah, keluarga pedagang  yang hidup di Indonesia. Berbeda dengan mausoleum di India, Mausoleum kel.O.G Khouw ini adalah bentuk ekspresi cinta seorang Istri terhadap suaminya Lim Sha Nio untuk menyimpan abu sang suami yang  O.G Khouw. Mauseleom ini sekarang masuk kedalam cagarbudaya yang cukup  diperhitungkan dari  di Jakarta, tempat yang dilindungi karena memiliki nilai sejarah yang tinggi, bukan hanya sekedar nilai bangunannya dan arsitekturnya namun menjadi ceminan budaya dari awal abad 19. Nilai-nilai yang terkandung dari mauseleom ini berbentuk perwujudan budaya artefact  dan sosiofact. Mengacu kepada teori dari sosiolog bangsa Jepang Fujii  Masao apabila dikatakan bahwa pemakaman adalah cerminan budaya dari suatu bangsa, maka pemakaman dan mausoleum O.G Khouw di TPU Petamburan Jakarta bisa dikategorikan ke dalamnya. Melalui pemakaman di TPU Petamburan, dapat diasumsikan bahwa dapat menggambarkan refleksi dan sejarah orang-orang Tionghoa terutama dari abad 19 , hubungan Tionghoa dengan Indonesia. Dari penelitian diaharapkan mendapatkan suatu pengetahuan bahwa mausoleum kel.O.G. Khouw memberikan kontribusi dalam wisata religi dan  sejarah masyarakat Indonesia dalam berbagai sudut pandang.

Kata Kunci:  Wisata Religi , Mausoleum , wujud kebudayaan

 

Full text: PDF

 

References :

[1] Aries, Philippe. 1954.  Le Temps de l’histoire. Paris:  Monaco, Éditions du Rocher.

[2] Ataladjar, Thomas B. 2003. Toko Merah; Saksi Kejayaan Batavia Lama di Tepi Muara Ciliwung; Riwayat dan Kisah Para Penghuninya. Jakarta:Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta.

[3] Suratminto, Lilie. 2008. Makna Sosial-Historis Batu Nisan VOC di Batavia. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.

[4] Sutrisno, Mudji & Hendar Putranto (Editor). 2013. Teori-Teori Kebudayaan. Yogyakarta.

https://travel.detik.com/domestic-destination/

http://www.tribunnews.com/metropolitan/2017/05/23/bangunan-peneduh-makam-ini-seharga-rp-3-miliar-lokasinya-di-tpu-petamburan-jakarta-barat

http://web.budaya-tionghoa.net/index.php/item/1050-tradisi-upacara-pemakaman–kematian

https://nasional.kompas.com/read/2010/04/28/13391388/Bersihbersih.di.Musoleum.OG.Khouw

http://daukhan-arsitek.com/2011/12/mausoleum-og-khouw/

 

ISBN : 978-602-51169-6-4

 

Program Studi Sastra Tiongkok

Universitas Al Azhar Indonesia

2018

 

 

Back To Top